
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Di sebuah wilayah kecil bernama Popondetta, Provinsi Utara, Papua Nugini, momen Iduladha tahun ini terasa berbeda. Untuk pertama kalinya, mereka merasakan kebahagiaan berbagi dan menikmati daging qurban yang disalurkan melalui Program Qurban Impact DT Peduli.
Sebagai komunitas Muslim minoritas yang seluruh anggotanya merupakan mualaf, masyarakat Muslim Popondetta selama ini jarang bahkan hampir tidak pernah melaksanakan penyembelihan hewan qurban saat Iduladha.
Keterbatasan ekonomi dan minimnya dukungan menjadi tantangan yang mereka hadapi dari tahun ke tahun. Karena itu, kehadiran program qurban dari Indonesia menjadi kebahagiaan penerima manfaat yang merupakan mualaf tersebut.
Muslim Minoritas
Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada Jumat (29/5/2026) pada sore hari. Dua ekor sapi yang disembelih hadir menjangkau lebih dari 150 penerima manfaat. Proses penyaluran berlangsung dengan baik dan merata sehingga setiap keluarga memperoleh bagian daging qurban.
Komunitas muslim di sana merupakan kelompok minoritas yang hidup di tengah masyarakat non-Muslim. Sebagian besar dari mereka adalah para mualaf yang baru mengenal Islam dalam beberapa tahun terakhir.
Selain menghadapi menghadapi keterbatasan ekonomi, mereka juga berjuang untuk mempertahankan identitas dan semangat keislaman di lingkungan yang berbeda. Karena itulah, dukungan dari DT Peduli melalui Program Qurban Impact menjadi bentuk kepedulian yang juga menguatkan ukhuwah Islamiyah lintas negara.
Syukur Para Mualaf
Meski gelap karena sudah malam, kebahagiaan itu tergambar jelas dari berbagai ungkapan para penerima manfaat saat menerima daging qurban . Salah satunya datang dari Clery Soboni, seorang mualaf yang tinggal di Popondetta.
“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Daarut Tauhiid Indonesia karena telah membantu kami dengan memberikan sapi untuk Qurban 2026. Sebagai seorang mualaf, saya dan keluarga telah diberkahi dengan bahan makanan selama Ramadan, dan sekali lagi kami diberikan daging sapi pada hari raya qurban. Hal seperti ini belum pernah kami alami sebelumnya,” tuturnya.
Ungkapan syukur serupa disampaikan Edna, seorang mualaf asal Popondetta. Dengan penuh haru ia menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada komunitas Muslim di daerahnya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Daarut Tauhiid Indonesia karena telah mendukung kami para mualaf di Popondetta melalui Qurban 2026. Alhamdulillah, kami menikmati daging qurban tersebut,” katanya.
Khadijah, mulaf lainnya mengungkapkan, daging qurban yang diterimanya mengingatkan saat Ramadhan, ketika ia menerima paket bantuan DT Peduli. Ia berharap hubungan baik dan dukungan yang telah terjalin dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
“Kami berharap kembali mendapatkan dukungan pada Ramadhan dan Iduladha berikutnya, insya Allah,” ujarnya.
Sementara itu, Mahmud Michael Terina mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh kaum Muslimin Indonesia kepada komunitas Muslim di Papua Nugini.
“Saya ingin berterima kasih kepada saudara-saudari Muslim kami di Indonesia atas bantuan bahan makanan selama Ramadhan dan pendanaan sapi qurban tahun 2026. Saya percaya, dengan izin Allah, dukungan ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” tuturnya.
Ucapan yang tak kalah menyentuh datang dari Abdul Wahid. Atas nama komunitas mualaf Muslim minoritas di Popondetta, ia menyampaikan apresiasi kepada para pequrban dan DT Peduli yang telah menghadirkan kebahagiaan di hari raya.
“Kami sangat menikmati daging qurban ini dan dapat merayakan Hari Raya Iduladha dengan penuh syukur. Kami juga berharap dukungan untuk Ramadhan dan qurban di masa depan dapat terus berlanjut. Jazakumullah khairan,” pungkasnya.
Baca juga: Kisah Bantuan Paket Ramadhan untuk Mualaf Papua Nugini
Penyunting: Agus ID
No comments yet. Login to start a new discussion Start a new discussion