Sedekah Daging Qurban Hadirkan Kebahagiaan di Tengah Luka Banjir
Suasana muram itu sejenak berganti riuh rendah kebahagiaan. Pagi itu, Kamis (28/5/2026), antusiasme warga begitu terasa, bahkan saat hewan qurban tiba di lokasi pengungsian.

DTPEDULI.ORG | BIREUN – Sisa-sisa lumpur kering masih membekas di sudut-sudut Alue Kuta, Jangka, Bireuen. Akhir tahun lalu, banjir bandang meluluhlantakkan wilayah ini, menghanyutkan rumah dan menyisakan duka yang mendalam. Kini, sebanyak 43 keluarga terpaksa bertahan hidup di hunian sementara (huntara), menanti uluran tangan di tengah ketidakpastian.
Suasana muram itu sejenak berganti riuh rendah kebahagiaan. Pagi itu, Kamis (28/5/2026), antusiasme warga begitu terasa, bahkan saat hewan qurban tiba di lokasi pengungsian. DT Peduli bekerja sama dengan BTPN Syariah Aceh hadir membawa secercah kebahagiaan qurban. Keduanya berkolaborasi menyalurkan sedekah daging berupa satu ekor sapi dan satu ekor domba, serta satu ekor domba qurban.
"Terima kasih DT Peduli," ucap seorang nenek, penerima manfaat dengan mata berkaca-kaca sambil memeng erat daging yang diterimanya.
Bagi mereka, daging adalah kemewahan yang lama tak tersentuh sejak bencana merenggut segalanya. Staf Creative Media DT Peduli, Andi Permana, yang terjun langsung ke lokasi, merasakan betul kehangatan yang menjalar di tengah pengungsian.
"Penyaluran sedekah daging ini kami utamakan untuk para pengungsi di posko hunian sementara. Sisanya kami distribusikan ke warga di kampung seberang yang juga membutuhkan," ujar Andi.
Senyum yang sempat hilang kini terbit kembali di wajah-wajah tegar warga Alue Kuta. Bagi DT Peduli, menghadirkan daging qurban menjadi salah satu cara memeluk mereka yang sedang diuji lewat kebaikan yang mengenyangkan.
Sembari terus berikhtiar membangun hunian yang layak dan permanen bagi para korban banjir di sana, DT Peduli berkomitmen untuk tidak membiarkan mereka berjuang sendirian. Hari itu, dari bilik-bilik huntara yang sempit, aroma masakan daging qurban mulai tercium, menjadi simbol bahwa harapan dan kehidupan baru sedang mereka bangun kembali.
Penyunting: Agus ID
No comments yet. Login to start a new discussion Start a new discussion